Minggu, 13 Mei 2012

Drama : Syukurku atas ujian-Mu


Tokoh
1. Aisyah  = P
2. Tante Aisyah P Sarah
3. Teman Aisyah P Laura
4. Nenek Aisyah P Siti
5. Ibu Aisyah P Aminah, dan Guru Aisyah Rina
6. Om Aisyah  L Samsul
7. Guru Ngaji Aisyah L Abdullah
8. Sepupu Aisyah, anak sarah dan samsul L Aldo
Aisyah adalah seorang gadis yang sangat baik hati, sabar dan pintar. Dia tinggal bersama Ibunya, Aminah yang telah menjanda karean ditinggal mati suaminya sejak Aisyah berusia 8 bulan didalam kandungan. Walaupun single parents namun Aminah telah berhasil membesarkan Aisyah menjadi seorang muslimah yang sabar.
(latar 1: Ruang keluarga Aminah dan Aisyah)
Aisyah : Umi, tau tidak hal apa yang membuatku paling bahagia didunia ini?
Aminah           : (mengusap kepala Aisyah) apa itu anak umi tersayang..
Aisyah             : Aku sangat bahagia karena aku menjadi anak Umi. Umi, kelak jika aku menikah aku ingin menjadi istri dan Ibu yang sangat sabar seperti Umi.
Aminah           : (Terharu) sayang, bersyukurlah pada Allah karena Dia yang telah ijinkan Umi untuk tetap mendampingimu hingga seusia ini. Berjanjilah pada Umi, kelak ketika kamu harus tanpa Umi jangan pernah menangis, karena tangisanmu akan menjadi kesedihan umi.
Aisyah             : Umi, kenapa bilang seperti itu? Aku tidak ingin jauh dari Umi. Aku takut karena hanya Umi yang paling mengerti aku.
Aminah           : Ah sayang, kamu kan sudah kelas 2 SMA ada saatnya kamu akan berjuang sendiri. Sudah-sudah segeralah mandi. Besok kita pergi ke makam ayah dan mengunjungi nenek ya
(latar 2, di luar makam selesai berdoa)
Aminah           : sayang, kamu pergilah sendiri kerumah Nenek. Umi merasa tidak enak badan.
Aisyah             : (Khawatir) Umi kenapa? Umi sakit, ya sudah umi nanti saja kerumah neneknya yah, aku takut Umi kenapa-kenapa.
Aminah           : (Tersenyum) Umi tidak apa-apa sayang, umi hanya masuk angin saja. Pergilah ke rumah nenekmu, dia akan menunggu terlalu lama untuk obat ini. Hati-hati sayang, jaga diri baik-baik ingat semua nasihat Umi!
Aisyah             : Ya sudah Umi, tapi bener kan Umi tidak apa-apa? Umi nanti Isah belikan bubur kesukaan Umi
Aminah           : Iya sayang, pergilah! Jangan lupa shalat dulu ketika akan pulang nanti tampaknya kamu akan Dzuhur disana.
Aisyah pun pergi, entah mengapa terasa sangat berat meninggalkan sang Ibu.
(latar 3: Rumah nenek)
Aisyah : Assalamualaikum Nek, (Cium tangan)        
Siti    : Waalaikumsalam Aisyah
Aisyah             : Nek, ini obat gosok untuk kaki nenek. Isah mau ikut shalat dulu yah Nek, isah tidak bisa lama-lama.
Siti    : Iya, tapi emang kenapa kok begitu buru-buru?
Aisyah             : Tidak apa-apa Nek, Aisyah akan belikan bubur untuk Umi takut Umi menunggu berlalu lama.
Selesai solat Aisyah segera begegas pulang dan membeli bubur, sesampainya dirumah, Aisyah tampak heran karena dirumahnya tampak ramai dan melihat ada bendera kuning dihalaman rumahnya, seketika bubur yang dibawanya pun jatuh seiring dengan tubuh Aisyah yang berlari cepat.
Aisyah             : Umi.. Umi.. Tante sebenarnya ada apa? Dimana Umi? Itu siapa tante?
Sarah : sayang, kamu tenang dulu. Istigfar dulu sayang. Dengarkan tante baik-baik, Allah telah memanggil Umi ke sisi-Nya.
Aisyah             : Enggak, enggak, tante jangan becanda apapun tentang Umi! Umi sedang menunggu bubur yang Isah belikan! Tante bohong!
Samsul            : Aisyah, kamu yang sabar ya Nak! Sabar, Allah tengah meguji kamu!
Aisyah membuka kain penutup jenazah dan menangis tersedu-sedu. Sarah dan Samsul menenangkan Aisyah.
7 Hari telah berlalu, Aisyah tidak pernah mau makan, tidak mau berangkat sekolah dia hanya terbaring ditempat tidur Ibunya tercinta. Karena kebinggungan Samsul memanggil Guru ngaji Aisyah untuk memberikan pencerahan kepada Aisyah.
(rumah Aisyah, teras belakang rumah)
Samsul            : Alhamdulillah, terimakasih sekali karena Bapak Abdullah ini sudah bersedia dating kemari ya Bu.
Sarah : Iya, Terimakasih sekali lagi pak Abdullah
Abdullah         : Ah, sama-sama Bapak Ibu, karena saya sudah mengganggap Aisyah sebagai anak saya sendiri, maklumlah dari kecil dia hanya bersama ibunya pastilah ini ujian terbesar untuknya.
Abdullah menghampiri Aisyah diteras belakang
Abdullah         : Assalamualaikum. (Aisyah tidak menjawab) Salam itu harus dijawab lho Aisyah, tidak lupa kan?. Saya tau hatimu telah sangat hancur, tapi jangan jadikan itu alas an untuk berbuat dosa Aisyah. Ibumu disana pasti tidak akan tenang melihatmu seperti ini. Kamu harus kuat dan melanjutkan hidup kamu!
Aisyah             : Untuk apa lagi saya hidup Pak? Ga guna kan? Saya benci Allah, kenapa harus Umi? Kenapa harus saya? Sedangkan yang saya punya hanya Umi dan sekarang saya tidak punya lagi siapa-siapa!
Abdullah         : MasyaAllah, Aisyah apa yang telah kamu katakan Nak? Segeralah istigfar atas perkataanmu itu! Allah memberikan ujian yang besar karena Dia sangat menyayangi kamu
Aisyah             : Apapun itu, bukan urusan Bapak! (ssambil pergi)
Keesokan harinya, Aisyah pindah kerumah Samsul dan Sarah
Samsul            : Aisyah, semoga kamu betah yah maaf rumah Om hanya segini-gininya.
Aisyah             : Tidak apa-apa Om, saya sangat berterimakasih.
Sarah : iya sayang, kamu jangan sungkan-sungkan yah sama Tante
(Di sekolah) Aisyah menjadi anak yang sangat cuek dan diam semenjak Ibunya meninggal.
Aldo : sah. Mumpung kelas kosong kita ke masjid aja yuk shalat Dzuhur dulu, biasanya kan kamu ga pernah kelewat.
Aisyah             : shalat aja sendiri, aku ga lagi butuh Tuhan! (sambil pergi. Dihampiri Laura)
Laura               : Gue denger, lo udah ga butuh Tuhan?
Aisyah             : Terus apa hubunganya dengan lo?
Laura               : Tenang dulu, gue cuma mau sharing aja kok. Gue punya masalah yang sama kaya lo sejak gue masih SMP. Hingga ketika gue baca sebuah buku yang ngajarin gue untuk ga percaya bahwa Tuhan itu ada. Kita tuh Cuma butuh usaha, toh semua itu tergantung kita bukan Tuhan. Bener kan?
Aisyah             : Mungkin lo bener, Tuhan tuh ga adil.
Laura               : Bumi ini diciptakan dengan sendirinya, dan akan hancur dengan sendirinya. Bukan karena Tuhan. So dalam hidup ini kita ga perlu Tuhan, semua adalah karena kita, kehendak kita dan ada ditangan kita.

Hari, Bulan telah berlalu selama itu Aisyah malas belajar kerjanya hanya main main dan main saja.
(latar: rumah ) Aisyah pulang sekolah bersama Aldo. Terdengar pertengkaran
Samsul                         : Kamu jangan hanya bisa nyalahin aku dong, aku begini karena kamu yang tidak peka
Sarah : Alah, dasar saja kamu laki-laki mata keranjang
Samsul            : (plak; menampar sarah) jaga perkataan kamu Sarah!
Aldo masuk kedalam rumah
Aldo : Pah, stop pah stop! Tolong jangan sakiti mamah lagi, papah sudah tega hanya karena istri muda papah? Lihat pah waktu dulu, waktu kita masih miskin mamah yang selalu mendampingi papah, papah itu sungguh tidak punya hati.
Samsul            : (menampar Aldo) sudahlah anak bau kencur seperti kamu tau apa! Lebih baik kita cerai !!
Sarah menangis, Aldo menenangkan samsul pergi
          : Tante, tante yang sabar yah. Tante bicarain lagi baik-baik sama Om samsul
Sarah : sudahlah, kamu ini tau apa kamu itu ponakan dia jelas kamu akan bela dia.
Seenjak kejadian itu Sarah sangat sinis terhadap Aisyah. Hari pembagian rapot semester 2 kelas 2 SMA tapi Sarah tidak mau mengambilkan rapot Aisyah. Menelepon samsul untuk meminta mengambilkan rapot.
(disekolah)
Rina  : Bapak, sebenarnya saya sangat kecewa melihat ini. Saya sangat menyayangkan 2 semester terakhir Aisyah sangat turun drastic, dia selalu mendapat rangking pertama sejak masih TK namun sekarang dia menghuni jajaran rangking terakhir. Kalau begini terus dia terancam tidak lulus.
Usai mengambil rapot, samsul dan Aisyah pergi ke suatu tempat.
Samsul : Aisyah, jujur Om kecewa atas menurunya prestasi belajar kamu, om perhatikan kamu juga sangat jauh dari Allah. Aisyah, kematian Ibu kamu bukan berarti hidup kamu pun mati, kamu harus terus berjuang. Ingat disana Ibu kamu menangis melihat keterpurukan kamu!
Aisyah : stop Om! Apa om pernah ngerasain kehilangan? Apa om pernah ngehargain perasaan orang lain yang tertinggalkan? Enggak kan Om? Aku diacuhin, dicuekin sama Tante sarah gara-gara aku masih numpang hidup sama dia, sedangkan Om kandung aku sendiri mencampakan dia! Aku sakit Om, dan asal Om tau sekarang aku ga butuh Tuhan. Kita akan dapatkan segalanya jika kita berusaha bukan karena Tuhan!! (sambil pergi)
Aisyah berjalan terus hingga sampai di rumahnya terdahulu bersama Ibunya, kemudian Aisyah lewat mushala Abdullah yang kebetulan ada Aldo disana.
Abdullah:Aisyah, mau kemana? kemari lah! Ikut mengaji bersama kami lagi.
Aisyah : Terimakasih untuk ajakan Anda, tetapi sekarang saya tidak percaya Tuhan! Sambil berlalu
Aldo : Aisyah, jaga bicara kamu!
Aisyah : sekarang aku benar-benar tau, ga ada alas an apapun untuk aku tetap jalani hidup. (lari)
(mencoba bunuh diri : Dilantai atas sekolah. Dikejar Aldo dan Abdullah)
Aisyah: Mau apa lagi kalian mengikuti aku? Dengar sekali lagi aku tidak percaya Tuhan itu ada, kalo pun ada dia itu sangat tidak adil. Dia mengambil mereka dari sisiku.
Aldo : Isah, kamu tenang. Kamu engga inget sama Nabi Muhammad yang lebih menderita dari kamu? Nabi Yusuf yang dibuang dan dijadikan budak?
Aisyah     :siapa mereka? Sekali lagi aku bilang. Tuhan itu tidak ada (hendak loncat, Samsul dating. Sarah dan nenek pun datang)
Samsul     : Jangan Aisyah! Jangan!! Maafkan Om yang telah menelantarkan kamu sungguh Om sangat menyesal.
Aisyah     : Percuma om, sudah tidak ada gunanya saya ada didunia ini.
Abdullah  : MasyaAllah, Aisyah ingat pada Ibumu yang sangat menderita disana melihat ulahmu!
Samsul     : Aisyah, jangan lakukan lagi hal konyol. Om janji akan ceraikan istri kedua Om dan hidup rukun kembali bersama kalian!
Aisyah     : (menangis lari ke pelukan Sarah), Tante aku lakukan ini untukmu. Semoga dengan ini aku dapat berguna membuatmu bahagia.
Sarah : (menangis) maafkan tante Aisyah, tante sangat menyesal. Tante sangat sayang padamu tapi tante selalu merasa sakit hati ketika melihat wajahmu mengingatkan tante pada samsul. Tante tidak membencimu sama sekali.
Aisyah     : Benarkah tante? Aku ingin keluarga Tante dan Om kembali rukun.
Samsul     : Ibu, maafkan bapak ya bu.. Bapak janji akan ceraikan istri kedua bapak.
Sarah : Maafkan ibu juga yah pak, bapak mendua juga kan mungkin karena ibu kurang memperhatikan Bapak. (mereka pun baikan, semua kembali kerumah)
(latar : Teras rumah)
Aldo : Isah, terimakasih yah. Keluarga aku kembali normal karena kamu telah menyadarkan ayahku.
Aisyah     : sama-sama, toh hanya itu yang aku bisa untuk membalas kebaikan keluargamu padaku.
Nenek      : (menghampiri), sudah waktunya shalat asyar. Yuk kita shalat berjamaah
Aisyah     : Kalian saja, aku tidak mau dan tidak akan pernah mau.
Abdullah  : Aisyah, Allah menguji kamu bukan berarti karena Dia membenci kamu. Justru Dia member ujian karena Dia sayang pada Hamba-Nya. Kamu juga harus ingat, dalam hidup tidak selamanya semua berjalan seperti keinginan kita. Ada saatnya ketika kita harus bersabar!
Aisyah     : Tapi kenapa harus saya Pak Ustadz? Sejak lahir pun saya tidak pernah melihat wajah asli Ayah kandung saya, lalu ketika saya bahagia atas hidup kenapa Tuhan harus ambil ibu saya dengan alas an yang tidak jelas?
Nenek      : Isah, semua adalah titipan, hanya milik-Nya, jadi kapan pun Dia kehendaki Dia akan ambil itu semua kembali. Contohnya, nenek bisa berjalan kembali setelah bertahun-tahun lumpuh karena penyakit?! Kamu tidak benar-benar lupa akan itu sayang, karena kami telah menanamkanya sejak kamu masih kecil.
Samsul     : Kita akan memulai semuanya dari awal, di bawah ridho Allah. Amin..
Sarah : Iya Isah, anggaplah tante sebagai ibu kamu sendiri. Kita adalah keluarga
Mereka saling berpelukan dan Aisyah pun sadar. (Mereka shalat berjamaah). Hingga pada akhirnya Aisyah dan Aldo mendapatkan beasiswa kedokteran di NationalUniversity of Singapura. END











BILA HADIRKU


BILA HADIRKU
Bila hadirku mengusik tenangmu
Ku kan berlalu seiring waktu
Bila hadirku racuni setiap hela nafasmu
Ku kan pergi bersama hembusan angin yang syahdu

Bila hadirku seperti belati tajam dihidupmu
Ku kan pudar bila karatmu tetap menyelubungiku
Bila hadirku tak seharum mawar bagimu
Ku kan terbang bersama kumbang yang menjemputku

Biarlah dengan kehampaan ini
Ku tanggalkan seluruh jubah kesetiaanku
Karena disana musim semi yang indah telah menunggumu

Biarlah dengan langkah bisu
Ku tinggalkan jejak semu dihatimu
Sebagai bukti aku pernah hadir dan mencintaimu

Jumat, 27 April 2012

Dear sahabat ..


Dear sahabat ..
Persahabatan ini udah terjalin lebih dari 10 tahun, dan udah banyak banget cerita-cerita yang kita laluin bareng-bareng, tumbuh bareng-bareng sampe tau warna-warni cinta monyet bareng-bareng. N, inget engga waktu pertama kali kita ketemu? Jujur si aku juga udah lupa maklum deh waktu itu kan kita masih sekitar 4-5 tahun aku masih TK, kita emang ngaji ditajug yang sama tapi kita belum terlalu deket. N, inget engga waktu kita SD kelas 1 dulu, kita lomba menulis dan membaca ke kecamatan kan dan waktu itu kamu belum begitu paham bahasa sunda sampe-sampe waktu kamu dibonceng sama Alm. Pa Enjo kamu disuruh “nyekelan” tapi karena kamu engga ngerti akhirnya gubraaaaak jatoh deh kamu lecet-lecet dan engga jadi pergi lomba. N, inget engga dulu waktu SD kamu itu jadi saingan berat aku sampe-sampe aku engga suka sekelompok, aku sama Iyung, Ica kamu sama Euis dan Oci. N, inget engga waktu kita SD kita suka main rumah-rumahan dari alat tulis juga mainan terus kita tebak-tebakan dari buku HPU (Himpunan Pengetahuan Umum) juga dulu setiap istirahat kita duduk bareng didepan pintu kelas buat ngedengerin cerita-cerita fiksi kamu, kalo dipikir-pikir dulu itu kan kita baru 10 tahun tapi hebatnya kamu bisa nyeritain cerita yang begitu panjang tanpa ditulis dulu, emang spontan yak an? N, inget engga waktu udah lulus SD kalian semua pada daftar ke SMP yang sama à SMP 2 Mandirancan kita tercinta itu, dan aku baru daftar dihari terakhir pendaptaran jadi aku engga sekelas sama kalian, Ouh sedihnya aku sama sekali engga niat masuk sekolah itu, engga sekelas lagi sama temen-temen hari-hari mos berasa di neraka buat aku. Hehe
N, inget engga dulu dikelas 8 kita punya eskul yang sama ‘bulu tangkis’ tiap sabtu kita jalan barengan ke tempat maen bulu tangkis terus pulangnya kadang main dulu dan inget engga N waktu kita main kerumah Dwi? Kita main air kolam terus ngerujak eh pas mau pulang ga ada yang nganterin disana aku ketemu ‘seseorang’ yang sampe sekarang masih jadi misteri buat aku, waktu kamu masih jadian sama si #### dan kamu juga yang tau kisah kita dari awal ketemu itu J dari awal kita dianterin pulang sama seseorang itu. N, inget engga waktu kita masih jaman ngband kamu megang gitar kan? Inget waktu pertama kali belajar jari kamu melepuh, terus waktu perpisahan taun 2008 kamu tampil kan? J N, inget engga akhirnya dikelas 9 kita sekelas di 9A yang katanya si kelas unggulan, wah kita pinter dong yah hehe J waktu itu aku main sama 9 orang yang ngakunya jomblo padahal si waktu itu aku engga jomblo-jomblo amat, geng yang paling riweuh kalo dikelas tapi aku juga suka main sama kamu, sama si Nurul kita bertiga sampe dibilang Treeblack (triblek) sama anak-anak cowo soalnya kita bertiga mulu dan kulit kita emang ga jauh beda sama kulitnya a yogi (pacar Nurul waktu itu) haha. N, inget engga dulu setiap pagi kita nongkrong di BKP ta apa ya gedung sebelah sekolah, nongkrong nungguin si Nurul yang dianterin A Yogi berangkat sekolah dan pas jam 7 baru kita masuk sekolah. N, inget engga waktu dulu kita sering banget main bareng, dan N inget engga sama si Nina? Iya orang yang idupnya penuh sensasi tapi kocak dan sering ngerepotin kita. Haha :D Akhirnya setelah perpisahan kita dipisahin sama sekolah, aku milih SMA 2 Kuningan dengan engga sengaja, dan kamu milih SMK N 3 Kuningan. 

N, inget engga waktu kita sama-sama daftar ke sekolah yang kita tuju? Kamu nganter aku ke SMA 2 dan aku nganter kamu ke SMK 3 teru inget engga waktu kita juga daftar planning B ke Casper aku nganter kamu dan disana ada si Kodok yang waktu itu lagi deket sama kamu kan hehe terus N, inget engga kita sama-sama nyemangatin waktu pengumuman diterima atau enggak di sekolah favorit itu dan Alhamdulillah kita sama-sama diterima. Terus N inget engga waktu ketemu sama si As## dan Ag##, As## yang suka sama kamu kenapa kamu malah sama Ag## ya? Dasar dasar J inget engga waktu itu aku pulang sama ‘seseorang’ tadi dan kamu dianter si Nina padahal maksud aku tuh biar kamunya dianter si As## :D *gagal* N, inget engga waktu pertama kali kita kumpul Viking Crz? Ya ampun aku malah jadi kamcongnya kamu sama si Ag## iya engga? N, inget engga waktu aku saking keselnya sama si Nina aku malah ngedeketin si Faz## dan si Miz### eh tapi dasarnya licik tuh dia malah ngedeketin cinta pertama aku *nyeseknya ada sampe sekarang*N, inget engga waktu pas aku sama kamu terus nenek kamu ke SMK 3 mau ngapain si kita? Mau daftar ulang ya? Yang kita ngobrol sama Wakaseknya diruang tamu, ya ampun itu sekolah kamu luas banget yaaa N banyak si akang akang ganteng juga :D *hiburan* N, inget engga waktu kita mau ngekost bareng? Kita udah survey kan tempatnya itu tapi ujungnya aku yang engga kost kamu kost deket SMK 3 ya? N, inget engga waktu kita barengan masuk Viking Distrik Kuningan? Kita konyol banget ya engga tau Yogya lama terus kita cuci foto dulu yang cantik buat foto di ID Card nya hehe tapi sayangnya kita engga ikut diksar soalnya aku kemping waktu diadain diksar angkatan kita. N, masih inget engga waktu kita sama-sama lagi gila sama geng? Niat banget masuk geng kaya begitu iya engga? Tapi akhirnya kamu sadar duluan itu engga baik J N, inget engga si waktu Desember 2010 itu kita niat nginep dirumah Nurul dan waktu itu juga malem terakhir aku ketemu si first love makasih yah waktu itu kamu mau diajak pulang malem jadi aku bisa ngomong beberapa patah kata sama si first love. N, inget engga waktu itu dia kehabisan bensin kan? Lucu yah hehe  tapi semuanya jadi engga lucu pas aku tau si N nyembunyiin hal yang paling nyakitin buat aku L
N, inget engga waktu dulu kita nginep dirumah Nurul gara-gara masalah keluarga jadi kamu mau aku ajak nginep disana, bulan ramadhan 2010 kan yah? Kita saur bareng-bareng dimasakin neneknya Nurul padahal itu siang aku engga lanjutin puasa haha, terus kita berangkat sekolah bareng ber-3 jam setengah 7 baru berangkat ya jelas kita kesiangan juga kan soalnya selain mandinya antri baju kamu belum disetrika kan yah? pulang sekolah aku nunggu kamu pulang tapi aku lupa abis dari Nurul aku kaburnya pindah ke rumah si mamih Wulan dan kamu pulang aku bilang kalo ada yang nyari aku bilang aja engga tau hehe J tapi akhirnya aku juga pulang kerumah. Pokoknya kita tuh sering banget numpang makan dirumah si Nurul dulu *ngerepotin banget ya*
 N, inget engga waktu aku terkapar dirumah sakit, kamu jengukin aku. Waktu itu kamu sama Ira, Susi dan Meli iya kan? Seneng banget rasanya bisa kenal kalian semua Jdan N inget engga waktu kita kumpul dirumah Meli ngerayain ulang tahunya Ira? Disana aku masih galau gara-gara si first love tapi Ira yang nguatin aku, aku pasti bisa J kita basah kuyup gara-gara main air disana wah pokoknya seru banget deh hehe aku jadi kangen kalian semua L
N, inget engga waktu dulu kita sering banget ngeceng di warnet terus pulangnya kita makan bareng J kadang aku yang traktir, kadang kamu yang traktir aku sampe N kalo aku galau aku pasti dating kerumah kamu cuma buat cerita doang.
N, masih banyak banget cerita-cerita kita yang engga mungkin bisa aku ceritain disini dan kamu juga tau kan J aku cuma mau minta maaf aku udah ngebuang gitu aja kepercayaan yang udah kamu kasih ke aku, ngerusak persahabatan kita yang panjang ini, aku minta maaf. Aku salah sama kamu, Susi,  juga Ira maafin aku yang udah bikin kalian kecewa sama aku. Tapi please percaya aku udah berubah sekarang, aku bisa mikirin perasaan orang lain sebelum mikirin egoisnya aku. N, aku kangen kamu .. aku kangen canda tawa bareng kamu, kangen berbagi cerita sama kamu, aku pengen ketemu kamu L tapi aku ga punya cukup keberanian buat minta maaf secara langsung sama kamu juga Susi dan Ira. Aku cuma takut nangis didepan kamu  kalo aku ketemu kamu, aku gabisa kaya gini ..
Dengan hati yang tertulus aku minta maaf buat semuanya dan aku harap kamu juga ga akan ngebiarin persahabatan kita ini ancur gitu aja teruntuk sahabatku N, Ntha, Intan Hendra Fadilla. Juga aku minta maaf sama Susi dan Ira, aku udah bener-bener ngecewain kalian ngehianatin kepercayaan kalian aku tau aku salah maafin aku .. Susi, Ira dan aku harap hita bisa bersahabat lagi kaya dulu. Kaya dulu L
Maaf karena aku terlalu pengecut untuk tidak mengungkapkan ini secara langsung L

Senin, 05 Maret 2012

Puisi : KEPADA TUHAN


“KEPADA  TUHAN”

 

Tuhan ….
kutak mau lagi meletakan harapan di pangkuanmMu
Kutak mau lagi menggantungkan asaku dalam indahnya rahmatMu
Bukan karena keangkuhanku
Bukan karena kesombonganku
Bukan karena keputus asaanku tuk mengemis kasihMu
Bukan karenaku tak mengimani-Mu
Tapi…
Karena aku malu pada-Mu
Atas segala perbuatan nistaku
Tlah beberapa kali tikar taubat kugelar
Namun ternyata aku ingkar
Aku tersesat dibelantara dosa
Padahal ku tlah meminta petunjuk
Agar ku slalu tunduk
Namun ku kembali tersesat, kau biarkan aku tersesat
Padahal asa ini, ingin hidup dalam naungan cahaya kuasaMu
Sekarang tiada guna lagi pengaduanku
Sekarang sia-sia sgala pengakuanku
Maka biarkan aku hidup
Berpedoman naluri
Meski bertolak dengan keinginan nurani
Karena aku bosan….
Dengan keadaan ini.